Partai Demokrat sukses menguasai Kongres dan DPR pada hari Selasa malam dalam agenda pemilu sela Amerika Serikat.
Hasil tersebut menjadi pukulan berat bagi Partai Republik beserta Presiden Donald Trump.
Demokrat mencatatkan kemenangan signifikan di Texas yang selama ini dikenal sebagai basis tradisional Partai Republik. James Talarico berhasil mengalahkan Ken Paxton dalam kontestasi pemilihan tersebut.
Gina Hinojosa juga sukses menumbangkan Gubernur Greg Abbott di wilayah yang sama.
Gelombang kemenangan ini turut merambah ke negara bagian lain seperti Carolina Selatan, Ohio, Iowa, serta Carolina Utara.
Perhelatan politik ini turut memengaruhi perdebatan seputar pembangunan infrastruktur pusat data kecerdasan buatan. Hinojosa sendiri sempat berkampanye untuk menunda proyek baru demi pengetatan aturan.
Situasi ini memberikan hantaman keras bagi para miliarder teknologi yang menggelontorkan dana besar untuk kandidat Republik. Mereka sebelumnya mengharapkan regulasi yang lebih longgar bagi proyek data center.
Elon Musk selaku donatur politik individu terbesar menghabiskan dana masif untuk kubu Republik. Orang terkaya di dunia tersebut menggelontorkan dana sekitar setengah miliar dolar dalam kampanye.
Talarico sempat melayangkan kritik tajam terhadap Musk selama masa kampanye politik berlangsung. Kemenangan di Texas ini sekaligus menjadi wilayah markas perusahaan Tesla dan SpaceX milik Musk.
Hasil pemilu sela ini berpotensi mengubah lanskap hubungan antara industri teknologi dan Washington. Kongres di bawah kendali Demokrat diprediksi memperketat pengawasan terhadap ekspansi pusat data.
