China masih memberlakukan pemboikotan terhadap tayangan Liga Spanyol setelah muncul lelucon dari Kylian Mbappe.
Presiden LaLiga Javier Tebas menyatakan bahwa pihaknya terus berkomunikasi intensif untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Radio dan Televisi Pusat atau China Media Group menjadi pihak yang melakukan pemboikotan tayangan Real Madrid.
Javier Tebas optimistis konflik ini dapat mereda seiring berjalannya waktu berkat jaringan yang telah dibangun.
Ia menyebutkan bahwa LaLiga dan klub-klub besar seperti Barcelona telah lama menjalin hubungan baik dengan Tiongkok.
Barcelona tercatat pernah bekerja sama dengan perusahaan elektronik Midea serta Suning Group.
Klub asal Katalonia tersebut juga menjalin kerja sama strategis dengan Tencent dan mendirikan akademi di sana.
Komentar mengenai Mao Zedong dianggap sebagai pelanggaran serius karena tokoh tersebut sangat dihormati di Tiongkok.
LaLiga langsung menyampaikan permintaan maaf dan kini menunggu situasi mereda sepenuhnya.