Gabriel mencontohkan Dots memantau pipeline pengolahan data 100 GB dan memberi informasi saat proses mencapai 70%.
Jika muncul kesalahan di 80%, Dots dapat membantu mengidentifikasi masalah dan menindaklanjuti perbaikan melalui tugas terkait.
Dots juga dapat merekomendasikan agar sistem pengolahan data lebih tangguh sehingga kesalahan serupa tidak mudah terulang.
Dalam demonstrasi, Gabriel memperlihatkan Dots membuat percakapan ChatGPT baru tanpa pengguna membukanya secara manual.
Percakapan yang dimulai Dots ditandai lingkaran ungu, sedangkan intervensi pengguna ditampilkan dengan warna berbeda.
Gabriel meminta Dots mengakses folder berisi 145 foto di laptop, mengganti nama, mengelompokkan foto, lalu membuat situs galeri untuk laporan internal.
Dots membuat percakapan baru untuk menjalankan pekerjaan itu, dan pengguna tetap bisa masuk untuk melihat perkembangan atau memberi instruksi tambahan.
Meski mampu mengoordinasikan berbagai pekerjaan AI, Dots tidak memiliki kewenangan tanpa batas.
Pengguna dapat menetapkan aturan khusus, termasuk mewajibkan Dots meminta persetujuan sebelum mengirim email atau mengakses file tertentu.
Dots juga memiliki sistem memori yang otomatis mengenali informasi penting dari interaksi sebelumnya.
Namun, Gabriel mengakui Dots masih dalam tahap early preview dan OpenAI masih mengembangkan cara terbaik agar pengguna dapat melihat serta mengelola informasi yang diingat asisten AI tersebut.
Dengan pendekatan ini, Dots tidak dimaksudkan menggantikan ChatGPT Work atau Codex, melainkan membantu menghubungkan dan mengoordinasikan pekerjaan berbagai alat AI.