Sejumlah peretas dilaporkan melancarkan serangan siber yang menargetkan fasilitas penyimpanan darah di wilayah Prancis.
Para pelaku berupaya mengubah pengaturan pada alat pendingin agar suhu penyimpanan naik drastis dari kondisi normal.
Tiga fasilitas penyimpanan yang dikelola oleh French Blood Establishment menjadi sasaran dalam insiden tersebut.
Sistem pemantauan dan alarm di lokasi berhasil mendeteksi perubahan suhu sebelum ada produk medis yang mengalami kerusakan.
Otoritas keamanan setempat bersama kementerian kesehatan langsung bergerak untuk melakukan investigasi menyeluruh.