⌂ Beranda › News › Kebijakan Moratorium Data Center Picu Kejatuhan Saham Teknologi Global
News

Kebijakan Moratorium Data Center Picu Kejatuhan Saham Teknologi Global

Ilustrasi kejatuhan pasar saham global dan teknologi
Saham teknologi anjlok akibat beban biaya kecerdasan buatan Pexels
A A Ukuran Teks16px

Pasar global mengalami kejatuhan signifikan setelah aksi jual melanda Wall Street pada hari Kamis waktu setempat.

Kondisi tersebut menghapus sekitar USD 2,5 triliun atau setara dengan Rp 45 ribu triliun dari total nilai pasar.

Bursa saham Asia langsung terdampak parah merespons sentimen negatif dari pasar Amerika Serikat.

Indeks Kospi di Korea Selatan bahkan mencatat penurunan tajam hampir mencapai 9% pada sesi pembukaan.

Tekanan jual juga menerpa indeks Nasdaq, S&P 500, serta Dow Jones secara bersamaan.

Kemenangan Partai Demokrat dalam pemilihan sela di Texas menjadi salah satu pemicu utama kecemasan investor.

Gubernur terpilih Gina Hinojosa mengusulkan moratorium pembangunan data center serta penghapusan insentif pajak terkait.

Kebijakan tersebut dinilai dapat menghambat ekspansi infrastruktur kecerdasan buatan dari perusahaan teknologi besar.

Sejumlah korporasi seperti Google, Meta, Oracle, dan OpenAI sebelumnya telah menggelontorkan investasi masif di wilayah itu.

Pengamat pasar Ed Yardeni menilai koreksi ini sebagai langkah wajar untuk meredam spekulasi berlebihan di sektor kecerdasan buatan.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru