WhatsApp menjadi salah satu aplikasi pesan instan paling populer di dunia dengan jumlah pengguna aktif yang masif.
Kepopuleran ini juga menarik perhatian peretas dan penipu untuk mencari celah keamanan.
Firma keamanan BitDefender merinci berbagai cara yang umum digunakan penjahat siber untuk menyusup ke akun pengguna. Berikut adalah lima modus penyadapan yang paling sering terjadi.
Daftar Modus Penyadapan WhatsApp
Pertama adalah rekayasa sosial atau social engineering untuk memanipulasi korban agar menyerahkan kode verifikasi. Peretas biasanya mendaftarkan nomor korban di perangkat mereka lalu mengelabui pemilik akun.
Kedua adalah pengalihan panggilan atau forward call yang mengarahkan panggilan masuk ke nomor penyerang. Metode ini memanfaatkan nomor berkode MMI untuk mengalihkan semua panggilan.
Ketiga adalah peretasan WhatsApp Web melalui kode QR palsu yang ditempatkan di halaman web berbahaya. Korban yang memindai kode tersebut secara tidak sadar memberikan akses login kepada peretas.
Keempat adalah penggunaan spyware atau perangkat lunak pengintai yang diinstal melalui tautan atau lampiran berbahaya. Spyware dapat merekam seluruh pesan dan aktivitas akun korban.
Kelima adalah serangan dark web yang memanfaatkan data pribadi bocor atau alat peretas yang diperjualbelikan. Pelaku menggunakan informasi tersebut untuk mengambil alih akun dan melakukan pemerasan.