⌂ Beranda › News › Sisi Gelap Hacker Korea Utara di Balik Fasilitas Mewah Pyongyang
News

Sisi Gelap Hacker Korea Utara di Balik Fasilitas Mewah Pyongyang

Ilustrasi aktivitas peretasan siber
Dibalik Aksi Hacker Misterius Ubah Suhu Kulkas Supermarket Eropa Pexels
A A Ukuran Teks16px

Profesi sebagai peretas atau hacker di Korea Utara kini menjadi salah satu bidang yang paling diidamkan banyak orang.

Negara tersebut diketahui memiliki program pendidikan khusus untuk menyaring ratusan siswa sekolah menengah paling cerdas.

Para siswa berprestasi tinggi itu kemudian diarahkan untuk masuk ke dalam unit siber militer setelah melalui seleksi ketat di universitas.

Mereka yang berhasil masuk mendapatkan berbagai hak istimewa yang jarang didapatkan oleh warga biasa di negara tersebut.

Salah satu bentuk apresiasi yang diberikan adalah tempat tinggal berupa apartemen seluas 132 meter persegi di Pyongyang.

Selain itu, mereka juga berhak membawa serta orang tua untuk tinggal bersama di fasilitas mewah tersebut.

Keuntungan finansial turut menyertai profesi ini jika operasi peretasan yang mereka jalankan membuahkan hasil.

Para hacker andal ini bahkan diizinkan menikmati sebagian dari total keuntungan perampokan dalam bentuk mata uang dolar AS.

Kendati menawarkan fasilitas menggiurkan, lingkungan kerja para peretas ini dikenal sangat keras dan melelahkan.

Mereka harus bekerja lebih dari sepuluh jam sehari di dalam ruangan sempit dengan pengawasan yang ketat.

Tekanan untuk terus menghasilkan pendapatan membuat para pekerja rentan mengalami masalah kesehatan fisik maupun mental.

Kegagalan dalam memenuhi target bulanan juga berisiko mendatangkan hukuman serta sanksi sosial yang berat.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru