Seorang mantan pakar kecerdasan buatan memiliki keyakinan kuat bahwa teknologi tersebut akan memusnahkan umat manusia.
Ia bahkan memutuskan untuk berhenti menyisihkan uang demi masa pensiunnya sejak satu dekade lalu.
Nate Soares, yang pernah bekerja sebagai insinyur software di Google dan Microsoft, menyampaikan pandangan tersebut dalam sebuah podcast.
Ia memperkirakan peluang kepunahan umat manusia akibat AI mencapai lebih dari 50 persen dalam sepuluh tahun ke depan.
Saat ini, Soares memimpin Machine Intelligence Research Institute, sebuah organisasi nirlaba yang mempromosikan pesimisme ekstrem terhadap perkembangan AI.
Ia mengaku sudah tidak lagi menyetor uang ke program tabungan pensiun yang dimilikinya semenjak meninggalkan Google.
Pandangan Soal Solusi dan Batasan Teknologi AI
Soares menyatakan bahwa dirinya tidak meyakini skenario kiamat pekerjaan akibat kehadiran kecerdasan buatan.
Menurutnya, manusia akan tetap berada pada tingkat pekerjaan penuh tepat sebelum kepunahan tersebut terjadi.
Ia menilai solusi untuk mencegah risiko itu adalah dengan membatasi peningkatan skala teknologi supercerdas.
Penggunaan AI untuk keperluan spesifik seperti mencari obat kanker dinilai bukan sebuah masalah.
Kendati demikian, teknologi yang mencoba meniru serta melampaui kecerdasan manusia dinilai sebagai hal yang harus dihindari.