Harga minyak mentah pada Jumat pekan lalu ditutup melemah ke level 93 dolar AS atau sekitar Rp1,68 juta per barel.
Pelaku pasar melihat risiko konflik baru mulai mengecil.
Angka ini masih lebih tinggi dibandingkan posisi sebelum perang di kisaran 72 dolar AS atau setara Rp1,30 juta per barel.
Langkah pemulihan kapasitas ini merupakan bagian dari realisasi bertahap atas pemangkasan 1,65 juta barel per hari yang disepakati pada 2023.
Berdasarkan kalkulasi Reuters, tujuh negara masih mengantongi sisa kewajiban pengembalian produksi sebesar 567.000 barel per hari yang ditargetkan rampung pada akhir September.
Kebijakan strategis ini disepakati oleh Arab Saudi, Irak, Kuwait, Aljazair, Kazakhstan, Rusia, dan Oman.
>>> Harga Emas Dunia Diproyeksikan Melonjak 43 Persen Sepanjang 2026
Pertemuan terpisah menteri OPEC+ memutuskan tidak mengubah landasan kebijakan produksi jangka panjang yang tetap berlaku hingga akhir 2026.
