Manajemen memastikan jumlah saham beredar di publik (free float) setelah aksi ini tetap berada di atas batas minimal 15 persen sesuai aturan pasar modal.
Aksi buyback diperkirakan tidak memengaruhi pendapatan karena posisi modal kerja dan arus kas dinilai memadai.
Namun, pengeluaran kas internal ini diproyeksikan memangkas total aset perusahaan dari Rp 287,759 triliun menjadi Rp 282,280 triliun, serta menurunkan ekuitas dari Rp 150,537 triliun menjadi Rp 145,058 triliun.
Meskipun aset dan ekuitas menyusut, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk diproyeksikan konstan sebesar Rp 17,814 triliun.
>>> Antrean IPO Bursa Efek Indonesia Menyusut Jadi 12 Perusahaan
Sebaliknya, laba per saham atau earnings per share (EPS) berpotensi terkerek naik dari Rp 179,8 menjadi Rp 183,1 per saham dengan asumsi buyback mencapai maksimal 10 persen dari jumlah saham disetor.
