Outstanding pembiayaan yang mencapai Rp 102,07 triliun pada April 2026 menunjukkan aktivitas penyaluran dana masih terus berlangsung.
Pertumbuhan tahunan sebesar 26,11 persen juga mengindikasikan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap akses pembiayaan digital masih cukup besar.
Namun, laju pertumbuhan tersebut sedikit melambat dibandingkan Maret 2026 yang tercatat tumbuh 26,25 persen secara tahunan.
Perlambatan tipis tersebut terjadi bersamaan dengan kenaikan TWP90 dari 4,52 persen menjadi 4,62 persen.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan dampak tekanan ekonomi terhadap prospek pertumbuhan industri ke depan.
OJK masih melihat ruang pertumbuhan bagi industri pinjaman daring, meskipun terdapat sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi.
Tekanan ekonomi berpotensi memengaruhi kemampuan masyarakat dalam mengakses maupun mengembalikan pembiayaan, namun kebutuhan terhadap layanan pembiayaan digital masih menjadi faktor yang menopang pertumbuhan industri.
>>> Saham Telkom Anjlok, Bebani Pergerakan IHSG
Keseimbangan antara ekspansi pembiayaan dan pengelolaan risiko menjadi aspek yang terus mendapat perhatian serius. Bagi industri, menjaga kualitas pembiayaan dinilai sama pentingnya dengan mempertahankan pertumbuhan.
