Volkswagen memproyeksikan penjualan kendaraan bermesin bensin di pasar global akan merosot drastis dalam satu dekade ke depan.
Penurunan ini dipicu oleh meningkatnya populasi kendaraan listrik serta pemberlakuan regulasi yang membatasi peredaran mobil konvensional.
Martin Sander, Dewan Direksi Pemasaran dan Purna Jual VW, menyatakan bahwa pada 2035 penjualan mobil bensin hanya akan tersisa tiga, empat, atau lima persen.
Menurut Sander, dominasi mobil listrik di masa depan akan membuat kendaraan non-elektrik tampak kuno, seperti kereta kuda di tengah jalan raya modern.
Ia mengkritik para petinggi negara yang lebih fokus pada larangan penjualan mobil bensin daripada memperluas infrastruktur pendukung kendaraan listrik.
“Semua orang hanya berbicara tentang larangan ICE.
Bagaimana Anda meyakinkan pelanggan tentang teknologi baru jika Anda hanya berbicara tentang 'kapan mobil bensin tak boleh lagi dijual'?”
ujar Sander.
Ia menilai kebijakan larangan kurang efektif dalam membangun keyakinan konsumen terhadap teknologi baru.
Infrastruktur Pengisian Daya Jadi Kunci
Sander meyakini hambatan kepemilikan mobil listrik akan hilang seiring perbaikan sarana pendukung.
Peningkatan infrastruktur pengisian daya dinilai menjadi kunci utama untuk meningkatkan keyakinan pelanggan.
“Mari kita bicarakan apa yang perlu kita lakukan untuk benar-benar meyakinkan pelanggan: infrastruktur pengisian daya; bicarakan secara positif tentang keunggulan kendaraan listrik, dan mungkin lakukan sesuatu terkait harga energi,” tambahnya.
Volkswagen memproyeksikan tren peralihan global menuju mobil listrik akan terus mempercepat penurunan penjualan mobil bensin.