⌂ Beranda News Kemenkomdigi Luncurkan Buku Panduan Kesehatan Mental Remaja

Kemenkomdigi Luncurkan Buku Panduan Kesehatan Mental Remaja

Kemenkomdigi Luncurkan Buku Panduan Kesehatan Mental Remaja
Buku Panduan Kesehatan Mental Remaja Digital Wellbeing Guidebook
A A Ukuran Teks16px

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid meluncurkan Buku Panduan Kesehatan Mental Remaja atau Digital Wellbeing Guidebook di Jakarta pada Senin (8/6/2026).

Buku ini bertujuan membantu orang tua mengawasi interaksi digital anak secara proaktif.

>>> Lapas Warungkiara Berdayakan Belasan Warga Binaan Kelola Kebun dan Peternakan

Peluncuran panduan ini merupakan kolaborasi antara Google, YouTube, Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), RS Cipto Mangunkusumo, dan Universitas Indonesia.

Kolaborasi ini untuk mengatasi tantangan komunikasi serta pengelolaan emosi anak saat akses internet dibatasi.

Peralihan ruang sosial generasi muda ke dunia siber menuntut transformasi pengawasan dari lingkungan fisik ke layar gawai.

Pemerintah menekankan pentingnya menjaga ruang hidup digital baru ini demi keselamatan generasi muda.

"Jika dunia digital hari ini kita yakini adalah rumah baru bagi anak-anak kita, maka kita tentu harus menjaganya sama kuat dengan kita menjaga mereka yang kita kenal dulu ketika kita masih kecil-kecil," kata Meutya Hafid.

Ia menceritakan tantangan yang dihadapi orang tua ketika anak mengalami tantrum akibat pembatasan akses bermain gim di rumah.

Kehadiran buku panduan ini diharapkan dapat memberikan edukasi klinis bagi keluarga.

"Anak-anaknya tantrum, enggak boleh main games lagi.

Kemudian karena anaknya tantrum, disuruh ngomong langsung ke ibu menteri aja, biar ibu menteri yang jelasin," kata Meutya Hafid.

>>> BRIN Deteksi Sinyal Awal Upwelling Musim Timur 2026 di Perairan Selatan

Melalui buku ini, orang tua dapat menjelaskan alasan pembatasan media sosial serta cara pemanfaatan internet yang sehat melalui dialog dua arah yang setara di dalam rumah.

"Jadi, ibu-ibu kalau lihat anaknya bisa masuk lagi setelah dikeluarkan oleh platform, ibu-ibu jangan cuma melihat.

Jadi ini sekali lagi tidak bisa hanya secara teknologi disaringnya," tegas Meutya Hafid.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM