Proses perpisahan antara Xavi Hernandez dan manajemen Barcelona diwarnai drama. Awalnya, Xavi telah berpamitan, namun manajemen sempat berusaha menahannya sebelum akhirnya mengubah pikiran.
"Pada bulan Januari musim terakhir saya sebagai pelatih, saya memberi tahu mereka bahwa saya tidak akan melanjutkan setelah bulan Juni demi kebaikan klub dan demi kebaikan pribadi saya sendiri," kenang Xavi.
Ia menambahkan, tim terus menang selama dua atau tiga bulan berikutnya, dan pihak manajemen terus mengatakan agar ia tetap tinggal.
Xavi sempat mengadakan pertemuan tatap muka dengan Alejandro karena ia tahu dialah yang membuat semua keputusan.
Alejandro menjawab bahwa mereka sedang mempersiapkan tahun depan dan presiden sudah jelas tentang itu. Namun, setelah eliminasi melawan PSG, Alejandro menelepon Xavi.
Alejandro mengatakan bahwa mereka harus bertemu, bahwa mereka telah mengadakan rapat dewan dan sebagian besar dari mereka tidak yakin tentang kelanjutan Xavi.
>>> BI Bengkulu Subsidi Biaya Pengiriman Pangan Pokok dari Jawa
Alejandro menyuruh Xavi datang ke tempat latihan, namun Xavi menolak karena ia sudah menyatakan akan pergi.
