Bank Indonesia Provinsi Bengkulu akan menanggung seluruh biaya pengiriman komoditas pokok dari Pulau Jawa ke wilayah Bengkulu. Langkah ini diambil untuk menjaga ketersediaan pangan dan menekan inflasi daerah.
Kebijakan subsidi biaya distribusi ini menjadi solusi ketika stok di sentra produksi Jawa tersedia, namun Bengkulu mengalami defisit pasokan.
>>> Timnas U-19 Indonesia Hadapi Australia di Semifinal Piala AFF U-19
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menjelaskan bahwa BI akan sepenuhnya mendukung biaya pengiriman komoditas pokok seperti bawang merah atau cabai dari Jawa ke daerah yang membutuhkan.
Selain subsidi pengiriman, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah juga mengintensifkan gerakan pangan murah dan operasi pasar untuk menjaga harga tetap terjangkau dalam jangka pendek.
BI berkomitmen mendukung pembiayaan operasional intervensi pasar tersebut.
Untuk jangka menengah dan panjang, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Bengkulu berupaya meningkatkan produktivitas pertanian terintegrasi.
>>> Kemenkop Umumkan Hasil Seleksi Manajer Koperasi Desa dan Nelayan
Ini dilakukan melalui pembentukan farmer champion, penyediaan bibit unggul, pupuk, dan optimalisasi pestisida.
Pemerintah Provinsi Bengkulu memperkuat pengendalian inflasi dengan menerapkan strategi Aksi 4K, yang meliputi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menyatakan bahwa kenaikan harga pangan dan kondisi ekonomi saat ini harus disikapi dengan langkah strategis dan terukur.
>>> Hasto Usulkan Prabowo Gunakan Geopolitik Sukarno Atasi Konflik Global
Melalui koordinasi intensif dengan Bank Indonesia, pemerintah daerah berkomitmen mengawal kelancaran distribusi dari hulu ke hilir untuk meredam gejolak harga pangan.