⌂ Beranda News Pemerintah Respons Tuntutan Mahasiswa soal Rupiah dan BBM

Pemerintah Respons Tuntutan Mahasiswa soal Rupiah dan BBM

Pemerintah Respons Tuntutan Mahasiswa soal Rupiah dan BBM
Mahasiswa berunjuk rasa menuntut pemerintah mengatasi pelemahan rupiah dan kenaikan BBM
A A Ukuran Teks16px

Karena kami harus memastikan ketersediaan di pasar itu ada barangnya," kata Sigit dalam sarasehan di IPB University, Rabu (10/6/2026).

Mabes TNI menegaskan kesiapsiagaan prajurit dalam mengamankan situasi negara. Namun belum menerapkan prosedur pengamanan khusus terkait isu pergerakan massa.

"Ada demo, nggak ada demo, TNI siap 24 jam. Kalau saya billing bukan 24 jam lagi, jam kerja saya 25 jam, 8 hari.

Jadi kalau mau dikerahkan sekarang, kami siap," kata Kapuspen TNI, Brigjen TNI Muhammad Nas di Mabes TNI Cilangkap, Selasa (9/6/2026).

Brigjen Muhammad Nas memastikan koordinasi internal masih berjalan normatif tanpa ada penebalan pasukan yang luar biasa.

"Belum sampai ke sana. Belum," singkat Nas.

Gejolak ini sebelumnya diprediksi oleh mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer. Ia menilai pelemahan indeks saham dan penguatan dolar AS berpotensi memicu dampak sosial di tingkat akar rumput.

"Kita sudah lihat dolar semakin tinggi, IHSG juga babak belur.

>>> Petani Tembakau Sunda Tolak Aturan Kemasan Polos dan Pembatasan Nikotin

Itu salah satu indikator bahwa ke depan bisa muncul gejolak sosial yang berawal dari gejolak ekonomi," ujar Noel usai sidang vonisnya di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM