Ancaman terbesar datang dari DJI, produsen teknologi asal Shenzhen, China.
DJI yang awalnya fokus pada drone, merambah pasar kamera aksi dengan lini Osmo Action, Osmo Pocket, dan Osmo 360.
DJI menerapkan strategi harga lebih kompetitif dengan spesifikasi setara atau lebih baik.
Fitur layar depan dan integrasi ekosistem gimbal yang solid berhasil menarik minat vlogger dan komunitas olahraga ekstrem.
GoPro berusaha melawan dengan mengembangkan platform kamera terbaru Mission 1. Namun, peluncuran produk seperti seri Max 2 terus tertunda, sehingga kehilangan momentum penjualan musim liburan.
Faktor eksternal lain memperburuk kondisi: lonjakan harga komponen flash memory global sejak akhir 2025. Kenaikan ini dipicu oleh alokasi pasokan memori untuk infrastruktur AI dan pusat data.
>>> Timnas Inggris Sukses Atasi Cuaca Panas Jelang Piala Dunia 2026
Kelangkaan pasokan memori meningkatkan ongkos produksi kamera secara signifikan, menggerus margin keuntungan. Sebagai langkah darurat, GoPro melakukan PHK terhadap 23% total karyawan, menghapus sekitar 145 posisi.
