Pasar mata uang kripto mengalami lonjakan besar setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan untuk membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran.
Lonjakan ini memicu peningkatan tekanan beli yang signifikan di pasar aset digital, seperti dilansir dari Money.
>>> Kurs Rupiah dan IHSG Kompak Menguat pada 12 Juni 2026
Bitcoin mencatatkan kenaikan hingga menyentuh level tertinggi intraday pada angka 63.850 dollar AS atau sekitar Rp1,14 miliar.
Kenaikan ini juga diikuti oleh Ethereum yang mendekati level 1.700 dollar AS serta pertumbuhan tajam pada aset lain seperti XRP dan Dogecoin.
Kapitalisasi pasar Bitcoin ikut terkerek naik sebesar 1,98 persen hingga mencapai 2,17 triliun dollar AS.
Dampak positif ini turut merembet ke bursa saham, di mana saham perusahaan terkait kripto seperti Strategy Inc. dan Bitmine Immersion Technologies Inc. ditutup menguat masing-masing 4,16 persen dan 5,63 persen.
Kendati pasar mengalami reli cepat, indeks sentimen investor dilaporkan masih berada di zona kecemasan ekstrem.
Dinamika Pasar Derivatif dan Prospek Bitcoin
Aktivitas perdagangan di pasar derivatif menunjukkan dinamika tersendiri di tengah penguatan harga ini.
"Open interest Bitcoin naik 1,23% dalam 24 jam terakhir.
Trader derivatif ritel dan whale dengan posisi BTC terbuka tetap bullish terhadap mata uang kripto utama ini," lapor Benzinga, Kamis (11/6/2026).
Pergerakan positif ini diharapkan mampu membawa Bitcoin menembus level resistensi 65.000 dollar AS.
>>> Christian Pulisic Pimpin Timnas AS Hadapi Paraguay di Piala Dunia 2026
Namun, para pelaku pasar juga mengantisipasi dampak dari rencana penawaran umum perdana atau IPO SpaceX yang memegang 18.712 Bitcoin per 31 Maret 2026.
Situasi ini diprediksi dapat memperkuat ekosistem atau justru memicu koreksi jika tidak direspon positif oleh pasar.
