Pasar keuangan domestik mencatatkan performa positif pada perdagangan menjelang akhir pekan, Jumat (12/6/2026).
Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat secara bersamaan.
>>> Christian Pulisic Pimpin Timnas AS Hadapi Paraguay di Piala Dunia 2026
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah terapresiasi sebesar 47 poin atau 0,26 persen ke posisi Rp 17.941 per dollar AS.
Pergerakan ini membalikkan posisi penutupan Kamis yang sempat melemah mendekati level Rp 18.000 per dollar AS.
Aliran Modal Asing Dorong Penguatan
Bank Indonesia (BI) menyebut masuknya kembali modal investor asing menjadi pendorong utama penguatan rupiah.
Kondisi ini terjadi setelah bank sentral menaikkan suku bunga acuan BI-Rate menjadi 5,50 persen.
Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa aliran modal asing mengalir deras ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN).
"Pasca kenaikan BI-Rate menjadi 5,50 persen, serta penguatan imbal hasil SRBI dan SBN, investor asing merespons positif penguatan bauran kebijakan tersebut," ujar Ramdan dalam keterangan resmi.
Peningkatan penempatan dana asing pada SRBI terakselerasi setelah lelang pada 10 Juni 2026.
Aksi beli investor asing juga meluas di pasar SBN, terutama surat utang tenor pendek dan menengah.
>>> FamilyMart Hadirkan Promo Kamis Kopi Gratis Upsize Selama Juni 2026
Arus modal masuk ini memberikan sentimen positif bagi rupiah. Penguatan konsisten berhasil membawa rupiah kembali bergerak di bawah ambang psikologis Rp 18.000 per dollar AS.
BI menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika pasar global dan domestik.
Langkah stabilisasi nilai tukar akan dioptimalkan melalui bauran intervensi terukur, termasuk transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore serta operasi pasar spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.
IHSG Melonjak 1,29 Persen
Kinerja positif juga ditunjukkan IHSG.
Hingga pukul 09.16 WIB, indeks melesat 75,67 poin atau 1,29 persen ke level 5.961,70 setelah mengawali perdagangan di posisi 5.960,42.
Laju penguatan sempat menembus titik tertinggi 5.994,98, mendekati level psikologis 6.000. Area terendah pagi berada pada 5.952,85.
Sebanyak 452 saham bergerak menguat, berbanding terbalik dengan 108 saham yang terkoreksi. Sebanyak 153 saham lainnya tidak berubah.
>>> Psikolog Ingatkan Anak Muda: Jangan Samakan Pekerjaan dengan Identitas Diri
Volume transaksi mencapai 4,23 miliar lembar saham dengan frekuensi 296.421 kali. Nilai transaksi atau turnover mencapai Rp 2,83 triliun.