Begitu pula dengan saham PT Indosat Tbk (ISAT) yang melemah 1,32 persen menuju posisi Rp 1.870.
Chandra Asri Pacific (TPIA) mencatatkan nilai transaksi terbesar yang mencapai Rp 1,51 triliun.
Posisi berikutnya ditempati oleh Bank Central Asia (BBCA) dengan nilai Rp 1,41 triliun serta Bank Rakyat Indonesia (BBRI) sebesar Rp 714,89 miliar.
>>> Menteri PANRB Tinjau Layanan Terintegrasi di MPP DKI Jakarta
Untuk volume perdagangan terkini, saham BUMI menjadi yang paling aktif ditransaksikan di pasar modal. Volume perdagangannya tercatat menyentuh angka 44,75 juta lembar saham.
Harapan Damai AS-Iran Redakan Geopolitik
Arah positif IHSG bergerak selaras dengan bursa saham Asia yang mengalami reli akibat meredanya kekhawatiran pelaku pasar atas ketegangan di Timur Tengah.
Sentimen ini muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuka peluang kesepakatan damai dengan Iran yang berpotensi ditandatangani akhir pekan ini.
Pernyataan optimis tersebut dikeluarkan Trump beberapa jam usai dirinya sempat melontarkan ancaman serangan tambahan terhadap Teheran.
Menurut Trump, dialog telah terjalin pada level tertinggi kepemimpinan Iran dan didukung oleh sejumlah negara Timur Tengah.
Kepala Strategi Valuta Asing National Australia Bank, Ray Attrill, menyatakan bahwa probabilitas tercapainya kesepakatan kini berada pada posisi yang lebih tinggi.
“Jika muncul sinyal positif dari Iran, probabilitas tercapainya kesepakatan damai akan meningkat secara signifikan,” kata Attrill seperti dikutip Reuters.
Prospek redanya konflik yang sudah berjalan selama tiga bulan ini langsung menekan harga minyak mentah dunia.
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) merosot 1,2 persen menjadi 86,69 dollar AS per barel, sementara harga minyak Brent turun 1,1 persen ke level 89,40 dollar AS per barel.
Melorotnya risiko geopolitik global membuat mayoritas pasar saham di Asia kompak bergerak ke zona hijau.
