"Pasar Indonesia harus dinikmati oleh putra-putri Indonesia," ujar Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga berpesan agar seluruh jajaran pengusaha nasional mengabaikan pihak-pihak yang memberikan komentar negatif.
Menurut dia, kemajuan pembangunan ekonomi nasional hanya bisa dicapai melalui persatuan dan kerja keras yang fokus.
"Kita harus bersatu, gotong royong, kalau ada yang menghasut, memecah belah, yakinlah dia bekerja untuk orang lain, bukan untuk orang Indonesia, yang nyinyir," kata Presiden.
Presiden mengingatkan perjuangan kemerdekaan masa lalu yang juga kerap menghadapi skeptisisme. Pengusaha diminta menggunakan peribahasa anjing menggonggong kafilah berlalu agar Indonesia tetap konsisten menuju visi kehebatan bangsa.
"Kita akan menuju kemenangan dan kehebatan saudara-saudara sekalian. Dulu waktu pejuang-pejuang kita, waktu mereka mengatakan merdeka banyak juga yang nyinyir," katanya.
Terakhir, Kepala Negara menegaskan kembali bahwa pertumbuhan ekonomi modern tidak akan terjadi secara alami tanpa stimulus.
Pemikiran dari pakar kapitalisme dunia menunjukkan bahwa nasionalisme merupakan faktor paling krusial dalam mempertahankan pembangunan ekonomi.
"Yang saya ambil kalimat terakhir, ‘The sustained growth characteristic of modern economy’ karakteristik tidak maju, tidak berkembang dengan sendirinya.
>>> Korea Selatan Kalahkan Republik Ceko 2-1 di Piala Dunia 2026
Pembangunan, pertumbuhan distimulasi dan dipertahankan oleh nasionalisme," ujar Presiden.