Pantai Utara Jawa atau Pantura menghadapi ancaman serius dari kenaikan permukaan air laut dan daratan yang terus turun.
Kondisi tersebut membuat banjir rob semakin sulit dipandang sebagai persoalan musiman yang terjadi sewaktu-waktu.
>>> Rekayasa Lingkungan Mengubah Lubang Tambang Jadi Danau
Presiden Prabowo Subianto menegaskan rencana pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall untuk melindungi kawasan tersebut.
Hal itu disampaikan oleh Prabowo dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI.
Pembangunan tanggul besar ini dinilai mutlak harus dilakukan agar tidak menunggu bencana datang.
Tiga Persoalan Utama Pantura
Kementerian Lingkungan Hidup menyatakan Pantura Jawa Tengah menghadapi tiga masalah sekaligus yaitu abrasi, banjir rob, dan penurunan muka tanah.
>>> Doku Puji Visi Jangka Panjang Man City Usai Rekrut Banyak Pemain
Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana menyebut penurunan muka tanah mencapai 10-20 sentimeter per tahun di sejumlah wilayah.
Eksploitasi air tanah yang berlebihan disebut sebagai salah satu pemicu utama dari penurunan daratan tersebut.
Pemerintah merancang proyek tanggul raksasa ini membentang sekitar 575 kilometer dan dibagi menjadi 15 segmen.
>>> Eks Bintang AC Milan Ungkap Alasan Rossoneri Belum Bisa Rebut Scudetto
Proyek pembangunan tersebut ditargetkan dapat dipercepat dari rencana awal 20 tahun menjadi 15 tahun.
