Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rencana besar pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya berkapasitas 100 gigawatt di seluruh wilayah Indonesia.
Dalam pidatonya, ia menyebutkan bahwa setiap desa di Indonesia idealnya bisa mendapatkan kapasitas PLTS sebesar 1 megawatt.
>>> Kejuaraan Dunia 2026: Jonatan Hadapi Jalur Terjal Lawan Lin Chun-Yi
Pemerintah juga berkomitmen untuk mempercepat penutupan pembangkit listrik tenaga diesel dan menggantinya dengan energi surya secara bertahap.
Tahun ini, pemerintah menjadwalkan pembangunan 30 gigawatt PLTS sekaligus menghentikan operasional 13 gigawatt PLTD.
Kondisi geografis Indonesia yang disinari matahari hampir sepanjang tahun dinilai sangat mendukung kemandirian energi nasional.
>>> Jelang Arsenal vs Man City 2026, Catatan Sejarah Unggulkan Juara Piala FA
Pulau-pulau terpencil ke depan tidak perlu lagi bergantung pada pasokan kapal bahan bakar minyak untuk memperoleh aliran listrik.
Pemerintah menjamin kesiapan pasokan PLTS 1 megawatt bagi desa yang bersedia menyediakan lahan untuk lokasi pembangunan.
>>> Ekspansi Data Center 200 MW di Cikarang, NeutraDC Gandeng PLN
Perhitungan dari Menko Perekonomian menunjukkan bahwa proyek strategis ini dapat menghemat biaya produksi listrik negara hingga Rp 73,9 triliun setiap tahunnya.

