Bukan di tempat kerja yang dapat membahayakan keselamatan, kesehatan, dan masa depan mereka," ujarnya.
Indonesia turut mengangkat kartu merah pada peringatan tahun ini. "Hari ini, Indonesia mengangkat kartu merah terhadap pekerja anak," kata Menteri Arifah.
Ia mengajak pengusaha, pekerja, keluarga, dan masyarakat berkomitmen melindungi anak dari pekerja anak.
"Peran keluarga, dunia usaha, pekerja, pemerintah, dan masyarakat sangat penting untuk memastikan setiap anak dapat menikmati haknya untuk belajar, bermain, tumbuh, dan berkembang secara optimal.
Karena masa depan anak adalah tanggung jawab kita bersama," tandasnya.
Pada peringatan ini, PBB dan ILO menggelar konferensi global keenam tentang Penghapusan Pekerja Anak di Marrakech, Maroko.
>>> Pemerintah Tata Ulang Program Makan Bergizi Gratis Akibat Pemborosan
Lokasi ini mencerminkan kenyataan bahwa Afrika Sub-Sahara masih menanggung beban berat, dengan hampir dua pertiga anak terlibat pekerja anak atau sekitar 87 juta anak.