Nonton Timnas Indonesia baru pertama kali eranya banyak yang datang ke stadion yang saya perhatikan, ya itu di eranya Shin tae-yong," kenang Irlan Alarancia.
Menurut pengamatan Irlan, antusiasme masyarakat dan pendukung sepak bola nasional mencapai titik tertinggi selama masa kepemimpinan pelatih asal Korea Selatan tersebut.
"Pada eranya Shin Tae-yong euforia terhadap timnas makin tinggi. Bahkan tinggi banget.
Sampai-sampai yang saya bilang tadi, pas final Piala AFF, sekitar Senayan, di FX, Senayan City, dan Plaza Indonesia sudah banyak orang yang mau nonton timnas," tukas Irlan Alarancia.
Tempat-tempat hiburan dan pusat perbelanjaan di sekitar area Senayan dipenuhi oleh kelompok penonton muda baru yang antusias menyaksikan laga tim nasional.
"Orang nongkrong di kafe-kafe hanya mau nonton bola. Kita lihat anak-anak muda yang yang culture-culture lah gitu ya pada jadi dadakan jadi penonton timnas," lanjutnya.
>>> Gervane Kastaneer Perkuat Curacao di Piala Dunia 2026 Usai Lewati Cedera Mata
Perubahan positif dalam aspek kedisiplinan dan kemunculan talenta muda baru menjadi alasan kuat kembalinya ketertarikan Irlan terhadap tim nasional.
"Saya kembali suka lagi dengan Timnas Indonesia, ya pas era Shin Tae-yong.
Seperti tadi saya bilang, STY ini karakternya mampu membangun disiplin pemain, kebugaran pemain sama regenerasi pemain muda," tutur Irlan Alarancia.
Irlan menambahkan bahwa profil juru taktik yang didatangkan kali ini merupakan profil paling mewah sepanjang sejarah dirinya menjadi pendukung Persija.
"Und di era Shin Tae-yong, kita juga melihat pemain muda seperti Marselino Ferdinan, Rizky Ridho juga dikenal. Kemudian, mungkin kalau kita mau melihat kenapa Persija kontrak dia.
Wah ini, kalau yang saya selama jadi penonton atau pendukung Persija, baru kali ini pelatih yang dikontrak profilnya itu wah banget," lanjutnya.
