Langkah intervensi akan terus dijalankan secara berkala pada pasar spot, transaksi Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), hingga pasar offshore melalui instrumen Non Deliverable Forward (NDF).
BI juga memperluas kerja sama Bilateral Currency Swap Agreement (BCSA) dengan People's Bank of China dan Hong Kong Monetary Authority.
Program Local Currency Transaction (LCT) terus diakselerasi demi memangkas ketergantungan terhadap mata uang dollar AS. Di sisi lain, optimisme senada mulai bermunculan dari para pelaku pasar modal.
Tren kembalinya dana investor global ke bursa domestik diprediksi mampu membuka ruang penguatan rupiah yang lebih lebar.
Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia, Azharys Hardian, memproyeksikan rupiah berpotensi menguat menuju level Rp 17.700 per dollar AS pada pekan depan.
Pada perdagangan Jumat (12/6/2026), pemodal internasional membukukan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp 287 miliar di pasar saham.
Arus modal ini diproyeksikan menjadi katalis positif bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Azharys memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpotensi melanjutkan penguatan dengan area support di level 5.920 dan resistance kuat di 6.200.
Kendati demikian, konsistensi pemerintah dalam menjaga disiplin anggaran pada paruh kedua tahun ini tetap menjadi fokus perhatian pasar.
>>> Koalisi Jaksa AS Selidiki OpenAI Terkait Data Pengguna dan Keamanan AI
Beban subsidi energi dan kenaikan belanja negara pada semester II menjadi faktor risiko yang harus dimitigasi dengan baik.
