⌂ Beranda News Koalisi Jaksa AS Selidiki OpenAI Terkait Data Pengguna dan Keamanan AI

Koalisi Jaksa AS Selidiki OpenAI Terkait Data Pengguna dan Keamanan AI

Koalisi Jaksa AS Selidiki OpenAI Terkait Data Pengguna dan Keamanan AI
Gedung kantor OpenAI dengan logo perusahaan
A A Ukuran Teks16px

Koalisi jaksa penuntut umum dari berbagai negara bagian di Amerika Serikat melakukan pemeriksaan terhadap OpenAI.

Penyelidikan ini berfokus pada aspek operasional perusahaan, terutama pengelolaan data pengguna dan sistem keamanan teknologi kecerdasan buatan.

>>> Julian Nagelsmann Pilih Manuel Neuer Jadi Starter Lawan Curacao

Pihak pengadilan telah melayangkan surat panggilan pengadilan atau subpoena kepada OpenAI pada Jumat, 12 Juni 2026. Perusahaan diminta menyerahkan dokumen terkait aktivitas bisnis dan dampak produk terhadap pengguna.

Ruang Lingkup Pemeriksaan

Pemeriksaan mencakup dokumentasi aktivitas iklan, retensi pengguna, hingga penanganan data sensitif seperti informasi kesehatan.

Jaksa agung juga mendalami penggunaan layanan oleh lansia dan anak di bawah umur, model pembelajaran mendalam, serta kebijakan internal AI perusahaan.

Manajemen OpenAI menyatakan komitmen untuk bersikap kooperatif selama proses investigasi.

“AI adalah teknologi baru dan canggih, dan kami bekerja setiap hari untuk menghadirkan manfaatnya kepada masyarakat dengan aman dan bertanggung jawab,” kata juru bicara OpenAI.

Perusahaan menegaskan akan menangani seluruh kekhawatiran regulator dengan serius.

>>> IRGC Iran Bantah Klaim Trump Soal Penandatanganan Perjanjian Damai

“Kami menanggapi kekhawatiran yang disampaikan oleh jaksa agung negara bagian dengan serius dan bermaksud untuk berinteraksi secara konstruktif dengan mereka,” lanjutnya.

Penyebab pasti investigasi belum diumumkan, namun pengawasan terhadap pengembang AI di AS terus meningkat.

Pada tahun 2025, sebanyak 44 jaksa agung telah menyurati perusahaan teknologi seperti OpenAI, Meta, Google, Apple, Microsoft, Anthropic, Perplexity AI, dan xAI untuk memperkuat perlindungan anak.

Tekanan hukum terhadap OpenAI juga dipicu oleh beberapa kasus pidana dan perdata yang melibatkan platform ChatGPT. Jaksa Agung Florida James Uthmeier sempat membuka penyelidikan kriminal setelah tersangka penembakan massal Universitas Negeri Florida tahun 2025 diketahui menggunakan ChatGPT.

Selain kasus kriminal, OpenAI kini menghadapi gugatan kematian tidak wajar atas tuduhan minimnya proteksi pencegahan risiko bunuh diri.

>>> Arsenal Incar Ander Barrenetxea untuk Perkuat Sayap Serangan

Chatbot ChatGPT dinilai gagal memberikan peringatan saat seorang pengguna melakukan diskusi mendalam mengenai rencana bunuh diri.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru