⌂ Beranda News Menkeu Purbaya: Reda Konflik AS-Iran Bisa Kurangi Subsidi Energi
News

Menkeu Purbaya: Reda Konflik AS-Iran Bisa Kurangi Subsidi Energi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
A A Ukuran Teks16px

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa penurunan ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi memberikan dampak positif bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Hal ini terutama terkait efisiensi pengelolaan subsidi energi. Pemerintah sebelumnya telah mengantisipasi risiko lonjakan harga energi global dengan mengalokasikan sebagian anggaran untuk kebutuhan subsidi.

“Harusnya begitu kan,” ujar Purbaya saat ditemui di Kompleks Parlemen pada Senin (15/6/2026).

Menurutnya, penurunan tekanan politik dunia membuat harga energi bergerak lebih stabil sehingga kebutuhan anggaran subsidi akan berkurang. Pengurangan beban subsidi ini dinilai bakal memperluas ruang fiskal pemerintah.

“Kan kemarin sebagian anggaran sudah kita sisihkan untuk subsidi. Sehingga akan jauh berkurang.

Ada ruang untuk memberi pembiayaan program-program lain yang dianggap penting oleh Presiden,” kata Purbaya.

Kendati demikian, penyesuaian postur anggaran belanja tidak akan dilakukan secara tergesa-gesa. Pemerintah memilih tetap memantau pergerakan kondisi ekonomi global serta dampaknya terhadap stabilitas perekonomian domestik.

“Jadi kita lihat seperti apa, dan baru kita sesuaikan (adjust),” ujar Purbaya.

Kesepakatan Damai AS-Iran

Redanya konflik ini dipicu oleh kesepakatan damai resmi antara Amerika Serikat dan Iran yang menghentikan operasi militer di semua front, termasuk Lebanon.

Informasi ini pertama kali disebarkan oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif melalui media sosial X.

Prosesi penandatanganan dokumen perjanjian damai tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat (19/6/2026) di Swiss.

Presiden AS Donald Trump langsung memberikan konfirmasi mengenai kesepakatan tersebut di tengah perayaan ulang tahunnya yang ke-80 pada Minggu (14/6/2026).

“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai,” ujar Donald Trump dikutip dari AFP, Senin (15/6/2026).

📰 Update Terbaru