⌂ Beranda News Harga Minyak Dunia Anjlok Hampir 6 Persen Usai AS dan Iran Sepakati Selat Hormuz

Harga Minyak Dunia Anjlok Hampir 6 Persen Usai AS dan Iran Sepakati Selat Hormuz

Harga Minyak Dunia Anjlok Hampir 6 Persen Usai AS dan Iran Sepakati Selat Hormuz
Ilustrasi harga minyak dunia turun setelah kesepakatan Selat Hormuz
A A Ukuran Teks16px

Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam hingga hampir 6 persen pada perdagangan Senin (15/6/2026).

Penurunan ini dipicu oleh pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai penyelesaian kesepakatan dengan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.

>>> Ferran Torres Tepis Rumor Transfer ke PSG, Fokus ke Piala Dunia 2026

Kontrak berjangka minyak mentah AS sempat jatuh ke bawah level 80 dolar AS per barel untuk pertama kalinya sejak Maret.

Hingga pukul 10.41 waktu New York, komoditas ini merosot sekitar 5,9 persen ke angka 79,90 dolar AS per barel.

Pada saat yang sama, minyak Brent sebagai tolok ukur pasar internasional turut melemah sebesar 5,5 persen.

Komoditas acuan tersebut bergerak ke level 82,57 dolar AS per barel.

Trump Umumkan Kesepakatan dengan Iran

"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai," tulis Trump melalui unggahan di Truth Social.

Donald Trump menjelaskan bahwa Selat Hormuz bakal beroperasi kembali tanpa adanya penerapan sistem pungutan maupun tarif.

Bersamaan dengan itu, pihak Amerika Serikat akan mengakhiri blokade angkatan laut mereka terhadap Iran. "Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin kalian.

Biarkan minyak mengalir!" ujar Trump.

Lewat pernyataan selanjutnya, Trump menyatakan bahwa jalur pelayaran internasional tersebut dijadwalkan buka secara resmi pada Jumat mendatang.

Momen ini bertepatan dengan upacara penandatanganan kesepakatan damai yang akan digelar di Swiss.

"Dengan dibukanya Selat Hormuz setelah penandatanganan kesepakatan pada Jumat nanti, untuk keperluan pembersihan ranjau, minyak akan kembali mengalir dari kedua arah bagi kawasan dan dunia," kata Trump.

>>> Komisi XII DPR Setujui Pagu Indikatif Kementerian ESDM Rp 27,33 Triliun

Sebelum terjadi ketegangan pada awal Maret, jalur strategis ini menampung sekitar 20 persen dari total pasokan minyak global.

Namun, arus lalu lintas kapal tanker menyusut drastis setelah adanya serangan yang dilancarkan oleh pihak Iran.

Antrean kapal tanker sempat terlihat di Selat Hormuz ketika dipotret dari wilayah Bandar Abbas, Iran selatan, pada 4 Mei 2026.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru