⌂ Beranda News India dan Jerman Sepakat Bangun Kapal Selam Type 214 Senilai Rp144 Triliun

India dan Jerman Sepakat Bangun Kapal Selam Type 214 Senilai Rp144 Triliun

India dan Jerman Sepakat Bangun Kapal Selam Type 214 Senilai Rp144 Triliun
Kapal selam Type 214 buatan Jerman yang akan diproduksi di India
A A Ukuran Teks16px

Jadi kapal-kapal ini sudah cukup tua," kata Shairee Malhotra.

"Yang benar-benar dicari India adalah memodernisasi kapabilitas angkatan laut tersebut," ujar Shairee Malhotra.

>>> Presiden Jerman dan Prabowo Bahas Krisis Global di Istana Merdeka

Pengaruh Polarisasi China dan Pakistan

Modernisasi kekuatan maritim New Delhi dipicu oleh rivalitas panas dengan dua tetangga bersenjata nuklir, yaitu China dan Pakistan.

Beijing kini memimpin kekuatan laut terbesar global secara kuantitas dengan total 400 armada kapal perang yang mulai merambah ke Samudra Hindia.

"Kita telah melihat meningkatnya kehadiran angkatan laut China di Samudra Hindia, yang semakin menjadi medan yang diperebutkan, tetapi juga berkembangnya kapabilitas angkatan laut Pakistan," kata Shairee Malhotra.

Pakistan sendiri giat memodernisasi armada bawah laut lewat sokongan penuh dari China.

Pada 2015, Islamabad menyepakati kontrak senilai 5 miliar dolar AS atau Rp90 triliun untuk mendatangkan delapan kapal selam canggih kelas Hangor yang berbasis pada Type 039 Yuan class milik China yang juga dibekali sistem AIP.

Pakistan menyerap hampir 80 persen kebutuhan militernya dari China, di mana kemitraan erat ini secara langsung mengubah peta kekuatan di Asia Selatan.

Gesekan bersenjata sempat pecah selama empat hari pada Mei 2025 antara India dan Pakistan, di samping konflik perbatasan Himalaya yang kerap terjadi dengan China.

Diversifikasi Mitra dan Kontrak Rusia

Tekanan geopolitik mendorong India berpaling ke negara Barat demi mencari alternatif pasokan militer, setelah sejak era 1960-an sangat bertumpu pada Uni Soviet dan Rusia untuk penyediaan kapal perang, jet tempur, serta kendaraan taktis.

Dalam satu dekade terakhir, New Delhi aktif merangkul Prancis, Israel, hingga Amerika Serikat. Kini, Jerman turut masuk ke dalam lingkaran kemitraan tersebut demi mengamankan pengaruh di Indo-Pasifik.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM