Kalangan usia produktif kini rentan mengalami stres kronis akibat tingginya tuntutan pekerjaan serta dinamika kehidupan sehari-hari.
Jika menumpuk, kondisi ini dapat mengganggu stabilitas jiwa hingga memicu reaksi tidak wajar.
>>> Bhabinkamtibmas Rokan Hulu Evakuasi Ibu Hamil Korban Kecelakaan Tunggal
Gejala penumpukan tekanan psikologis ini sering tidak disadari penderitanya, meskipun telah memengaruhi pikiran, perasaan, dan perilaku dalam menghadapi masalah sehari-hari.
Kenali Tanda-tanda Stres Kronis
Kondisi emosional yang meledak akibat pemicu kecil menjadi salah satu tanda nyata.
"Kok kayaknya situasi stresnya sebenarnya kecil, tapi reaksi emosi yang kita rasakan kok besar ya," ujar Daniar Dhara Fainsya, M.
Psi. , Psikolog.
Selain luapan emosi pada masalah sepele, indikasi lain adalah hilangnya sensitivitas perasaan ketika dihadapkan pada persoalan besar. "Tekanannya sebenarnya besar, tapi kok kita enggak bisa merasakan emosinya ya?"
Secara kognitif, penderita cenderung terjebak dalam pola pikir buruk yang berulang, menghentikan produktivitas tindakan nyata.
"Kok kita selalu terus-menerus mengulang pikiran-pikiran yang mengarah ke hal-hal yang negatif, yang justru membuat kita jadi enggak produktif secara perilaku," jelas Daniar.
Langkah Penanganan dan Bantuan Profesional
Langkah penanganan awal dapat dilakukan melalui regulasi emosi untuk menurunkan intensitas perasaan negatif sebelum beralih ke strategi penyelesaian masalah.
"Itu (emosi) disadari dulu, kita kasih nama dulu, kemudian kita lihat, apa sebenarnya pesan yang ingin disampaikan dari stres yang datang?"
papar Daniar.
>>> Donald Trump Kritik Serangan Israel di Lebanon, Soroti Korban Sipil
Evaluasi mandiri yang tidak kunjung membuahkan hasil menjadi indikasi kuat untuk segera melibatkan bantuan profesional.
"Sudah dicoba dikelola dengan sendiri tapi rasanya masih sulit, dan pada akhirnya ya enggak apa-apa banget untuk mencari bantuan profesional," imbau dr. Rayhan Maditra Indrayanto, Sp.