Anggota Parlemen dari Partai Likud Ariel Kallner menyatakan, "Israel will continue to protect itself." Ia berharap negara-negara sekutu memahami posisi kedaruratan yang dihadapi Israel.
Kallner menambahkan, "Sometimes there are disagreements between allies, and allies should also understand their allies when they are in danger."
Kritik dari Para Ahli
Para ahli intelijen menilai penerimaan AS terhadap syarat-syarat Iran sebagai kemunduran strategis. Hal ini merugikan posisi Israel di Lebanon.
Mantan Pejabat Mossad Sima Shine mengatakan, "It's difficult to understand why the Americans accepted it.
By allowing Iran to decide what will happen in Lebanon, the US is giving Iran the possibility to continue to support Hezbollah."
Menanggapi kritik, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan komitmennya membatasi kapabilitas nuklir Teheran.
"I have devoted most of my adult life to one goal—preventing Iran from obtaining nuclear weapons," ujarnya.
Netanyahu menyatakan tidak akan membatasi diri demi memastikan Iran tidak menguasai senjata pemusnah massal. "We will do what is necessary.
I do not limit myself in any way on this goal: Iran will not have nuclear weapons," tegasnya.
Namun, ia mengakui adanya keretakan pandangan dengan Presiden AS.
"I have expressed my views in discussions, but we have our own interests: first, no nuclear threat; second, Lebanon - we created a buffer zone and will remain there as long as necessary," aku Netanyahu.
>>> KAI Commuter Perbarui Jadwal KRL Solo-Jogja per 17 Juni 2026
Ia mengklaim posisi kerasnya berhasil mencegah mundurnya pasukan Israel dari wilayah perbatasan yang dituntut Iran. "Iran wanted us to withdraw - that did not happen.
You know why? Because I stood very firm," tuturnya.
