>>> Pangsa Pasar Mobil China di Malaysia Melonjak Drastis dalam Tiga Tahun
Analisis matematis membuktikan bahwa pemanfaatan konsep PFS pada proyek efisiensi PJU memberikan manfaat ekonomi marginal bagi Pemda hingga 7,84 kali lipat lebih menguntungkan dibandingkan pengadaan mandiri.
Setiap Rp 1 yang dibayarkan kepada ESCO, Pemda memperoleh nilai manfaat sebesar Rp 7,84.
Pelaku usaha jasa konservasi energi pertama yang telah berpengalaman mengimplementasikan skema ESCO ESPC di Indonesia adalah CV Harsari AMT (ESCO Harsari).
Perusahaan ini konsisten sejak 2004 di bidang riset dan pengendalian ekologi, telah menghasilkan 17 Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) termasuk paten.
ESCO Harsari tercatat sukses menerapkan inovasi Sistem Rasionalisasi PJU di Kabupaten Kendal (2005), Tulungagung (2004), Pati (2006), dan Magetan (2004).
Founder CV Harsari AMT, Suhargo, menegaskan posisi perusahaannya sebagai usaha jasa konservasi energi nasional.
"Perusahaan ESCO Harsari berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan dan program penurunan emisi karbon melalui efisiensi energi, RnD, pengembangan SDM, dan pengendalian ekologi lingkungan," jelas Suhargo.
Kerja sama ESCO ESPC di Kendal berhasil memangkas konsumsi listrik sebesar 14,5 GWh/tahun dan menurunkan emisi 12.525 Ton CO2/tahun.
Efisiensi PJU Tulungagung memangkas konsumsi daya dan memotong tagihan rekening PJU hingga lebih dari 50 persen tanpa modal investasi APBD.
Bupati Tulungagung melalui surat resmi dan piagam apresiasi pada 24 Januari 2018 menegaskan kemitraan ini menerapkan prinsip kehati-hatian, transparan, nol risiko fiskal, dan tidak merugikan keuangan daerah.
Keberhasilan di Tulungagung menghasilkan penghematan listrik 12,1 GWh/tahun dan reduksi emisi 10.451 Ton CO2/tahun.
Penghematan energi PJU Pati mencapai efisiensi 11,8 GWh/tahun dan menekan emisi 10.192 Ton CO2/tahun.
Rasionalisasi PJU Magetan mampu menghemat daya listrik 9,7 GWh/tahun dan mereduksi emisi 8.374 Ton CO2/tahun.
