Pola keteladanan tersebut dinilai efektif untuk mendongkrak tingkat partisipasi publik secara masif.
"Sehingga kita mendapatkan data yang akurat," tutur Kadarmanto.
Kadarmanto menegaskan bahwa Sensus Ekonomi memegang peranan vital bagi Jakarta sebagai episentrum perekonomian nasional.
Seluruh data yang dihimpun akan memperkuat posisi tawar Jakarta dalam kancah kota global.
"Untuk mendukung Jakarta sebagai kota global," kata Kadarmanto.
Agenda pemetaan ekonomi nasional ini berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Otoritas statistik menargetkan rilis data perdana dari hasil pencacahan lapangan rampung sebelum pergantian tahun.
"Diharapkan Desember sudah ada hasilnya," ungkap Kadarmanto.
Kepala BPS Kota Jakarta Utara Theresia Parwati menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan sistem pengisian data mandiri melalui Program Ngibar.
>>> Biaya Ballroom Gedung Putih Membengkak Jadi Rp 10,6 Triliun
"Ngibar itu adalah pendataan secara online yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan," terang Theresia.
