Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta menggelar Sensus Ekonomi (SE) 2026 secara serentak di seluruh wilayah Indonesia.
Petugas pendataan menyambangi kediaman Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin di kawasan Koja, Jakarta Utara.
>>> Skill Mismatch Ancam Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Suhud menyatakan bahwa seluruh elemen masyarakat, termasuk pejabat publik dan pelaku usaha, wajib menyukseskan agenda nasional ini.
Hasil akhir pendataan akan menjadi pijakan utama pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan.
"Karena data yang akurat akan memastikan pembangunan presisi sesuai dengan realitas yang ada," ujar Suhud, Rabu (17/6/2026).
Partisipasi aktif figur publik dalam sensus ini mencerminkan dukungan terhadap program pemerintah.
Pengumpulan basis data yang valid sangat krusial untuk memperoleh peta perekonomian yang menyeluruh.
Transparansi informasi diyakini mempermudah birokrasi dalam memetakan dinamika ekonomi terkini.
Langkah ini diambil agar program-program ke depan dapat terealisasi secara tepat sasaran.
"Pemerintah bisa mengetahui dan mengukur sejauh mana data ekonomi kita yang sesungguhnya," kata Suhud.
Akurasi data Sensus Ekonomi 2026 menjadi rujukan utama dalam merancang strategi pembangunan dan penganggaran daerah.
Rencana strategis untuk tahun anggaran 2027 juga akan mengacu pada hasil pendataan ini.
"Data ini akan menjadi basis kita di dalam menentukan kebijakan," ucap Suhud.
Pihak legislatif DPRD DKI Jakarta berkomitmen memanfaatkan data tersebut sebagai fondasi penyusunan rancangan anggaran.
>>> Yum Brands Jual Pizza Hut Rp 47 Triliun, Fokus ke KFC dan Taco Bell
Data itu juga digunakan untuk menyusun cetak biru pembangunan dan arah kebijakan masa depan Jakarta.
Apresiasi BPS atas Dukungan Legislatif
Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif pimpinan DPRD DKI Jakarta dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026.
Kehadiran tokoh masyarakat dalam pendataan diharapkan memicu kesadaran warga dan pelaku bisnis lainnya.
