Biaya pembangunan ballroom baru di Gedung Putih dilaporkan membengkak hingga mencapai US$ 600 juta atau setara Rp 10,6 triliun.
Sebagian besar anggaran bersumber dari dana wajib pajak Amerika Serikat.
>>> Pangsa Pasar ChatGPT Turun di Bawah 50 Persen untuk Pertama Kali
Informasi proyek yang menuai kritikan tajam ini dilansir dari laporan surat kabar The Washington Post pada Selasa (16/6/2026).
Total anggaran terbaru tersebut bertentangan dengan klaim Presiden AS Donald Trump terdahulu yang memprediksi biaya proyek hanya sebesar US$ 400 juta atau setara Rp 7 triliun.
Trump sebelumnya juga berulang kali menegaskan bahwa seluruh pendanaan akan ditanggung oleh pihak swasta termasuk dari kantong pribadinya sendiri.
Tujuannya agar bebas dari beban pajak masyarakat.
Rincian Anggaran dan Sumber Dana
Catatan rincian biaya dari kontraktor Clark Construction menunjukkan bahwa dokumen ringkasan untuk Gedung Putih pada awal Maret sudah memproyeksikan angka US$ 600 juta.
Dari total nominal tersebut, tercatat hanya US$ 293 juta yang berasal dari sumber dana swasta, sementara sisanya dibebankan pada dana publik.
Ketika Trump memberikan pernyataan bebas uang pajak kepada media pada akhir Maret, pemerintahannya dilaporkan telah menyetujui belasan kali pembayaran dana publik kepada Clark Construction.
>>> Biaya Ballroom Gedung Putih Membengkak Jadi US$ 600 Juta, Sebagian dari Pajak
Nilainya mencapai puluhan juta dolar Amerika.
Pembangunan ruang pertemuan besar ini dimulai sejak tahun lalu setelah Trump merobohkan seluruh bangunan bersejarah Sayap Timur Gedung Putih tanpa konsultasi dengan Kongres AS.
Pihak Istana Kepresidenan memberikan tanggapan resmi mengenai alokasi anggaran proyek ini kepada AFP pada Selasa (16/6/2026).
Pihak manajemen menegaskan adanya kontribusi besar dari pendanaan non-pemerintah.
"Presiden Trump dan para patriot Amerika yang dermawan mendanai ballroom tersebut sekitar US$ 400 juta, yang akan menjadi tempat yang aman dan layak bagi para Presiden untuk generasi-generasi mendatang," kata juru bicara Gedung Putih, Davis Ingle.
Fasilitas baru ini dirancang terintegrasi dengan sistem keamanan kepresidenan tingkat tinggi.
>>> Elza Syarief Mundur dari Tim Kuasa Hukum Sony Sonjaya karena Klien Tak Jujur
Menurut keterangan tambahan dari Trump, kompleks bangunan tersebut turut mencakup fasilitas empat landasan pesawat tanpa awak di bagian atap dan area rumah sakit darurat pada ruang bawah tanah.