Intel memperkenalkan inisiatif baru bernama Project Firefly yang bertujuan membantu para vendor rekanan dalam merancang laptop Windows murah dengan desain premium.
Langkah ini diambil agar produsen dapat menciptakan perangkat yang mampu bersaing dengan MacBook Neo, yang populer berkat harga terjangkau, desain menarik, dan performa stabil.
>>> KPK: Digitalisasi Pengadaan Pemerintah Masih Rawan Korupsi
Melalui video di kanal YouTube resminya, Intel menyediakan panduan desain agar mitra bisa menghadirkan laptop tipis dan ringan berbiaya murah.
Sektor performa laptop Project Firefly akan mengandalkan prosesor generasi terbaru bernama Wildcat Lake yang meluncur pada April lalu.
Salah satu variannya adalah Intel Core 5 320 dengan konfigurasi enam inti, terdiri dari dua Performance Core (P-core) dan empat Efficiency Core (E-core).
Kombinasi komponen tersebut diklaim memadai untuk aktivitas harian seperti bekerja, belajar, berselancar di internet, hingga menikmati hiburan.
Prosesor ini juga mengintegrasikan GPU berbasis arsitektur Xe3 dengan dua inti grafis yang mampu menangani kebutuhan multimedia modern termasuk streaming video.
Intel menekan biaya produksi laptop berbasis Wildcat Lake dengan memanfaatkan chip memori (RAM) yang biasa digunakan pada smartphone.
Strategi ini diambil karena pasokan komponen ekosistem ponsel pintar jauh lebih melimpah di pasaran.
Selain RAM, arsitektur laptop ini juga mengadopsi komponen ponsel lainnya seperti codec audio, kabel konektor, hingga penyederhanaan tata letak motherboard.
>>> Kementan Minta Perusahaan Sawit Naikkan Harga Beli TBS Petani
Sistem pendingin baru dengan heatpipe tembaga yang lebih tipis turut dikembangkan untuk menjaga perangkat tetap ramping sekaligus menghemat biaya.
Pemanfaatan rantai pasok industri smartphone dinilai efektif oleh Intel karena ekosistem tersebut sudah matang.
Hal ini memungkinkan produksi komponen dalam volume besar dengan biaya yang jauh lebih murah dibanding industri laptop konvensional.