⌂ Beranda News Ekonom Prediksi Bank Indonesia Pertahankan BI Rate 5,50 Persen pada Juni 2026

Ekonom Prediksi Bank Indonesia Pertahankan BI Rate 5,50 Persen pada Juni 2026

Ekonom Prediksi Bank Indonesia Pertahankan BI Rate 5,50 Persen pada Juni 2026
Gedung Bank Indonesia di Jakarta
A A Ukuran Teks16px

Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,50 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar pada 17-18 Juni 2026.

Langkah ini diprediksi diambil setelah bank sentral menaikkan suku bunga sebanyak dua kali dengan total 75 basis poin (bps) pada Mei dan awal Juni untuk menstabilkan rupiah.

>>> Erling Haaland Akui Harry Kane dan Kylian Mbappe Lebih Tajam

Kebijakan pengetatan moneter sebelumnya dinilai mulai memberikan dampak positif terhadap pergerakan mata uang garuda.

Pandangan Ekonom

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, melihat adanya potensi penahanan suku bunga tersebut.

"Kalau menurut saya mungkin dipertahankan dulu ya karena sudah dua kali berturut-turut dinaikkan," ujarnya.

Menurut Faisal, intervensi di pasar valuta asing (valas) menggunakan cadangan devisa dan kenaikan BI Rate sejauh ini telah membantu menstabilkan rupiah.

Nilai tukar rupiah kini mulai menunjukkan penguatan dan belum terlihat indikasi pelemahan lanjutan yang signifikan setelah dua kali kenaikan suku bunga.

Faisal menilai bank sentral akan mulai menyeimbangkan antara upaya menjaga stabilitas nilai tukar dengan kebutuhan mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Ruang untuk menaikkan BI Rate kini lebih terbatas karena berpotensi menahan penyaluran kredit ke sektor riil.

>>> Kawasaki Brusky 125 Siap Bersaing dengan Yamaha FreeGo 125 di Segmen Skutik

"Kalau dinaikkan lagi, pertimbangannya akan ada dampaknya terhadap pertumbuhan atau transmisi ke dalam bentuk penyaluran kredit ke sektor riil yang akan tertahan," ungkap Faisal.

Ekonom dari LPEM FEB UI, Teuku Riefky, juga menyampaikan pandangan serupa mengenai kebijakan suku bunga acuan ini.

Menurut Riefky, akumulasi kenaikan suku bunga sebesar 75 bps, intervensi pasar valas, serta kenaikan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sudah menjadi respons yang memadai.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM