Persaingan pasar sepeda motor matik kelas 125 cc di Indonesia kedatangan pemain baru. Kawasaki Brusky 125 resmi meluncur dan langsung menjadi pesaing Yamaha FreeGo 125.
Kawasaki Brusky 125 merupakan motor matik pertama dari pabrikan asal Jepang tersebut di Tanah Air. Motor ini dibanderol Rp26,5 juta dengan tampilan sporty yang agresif.
>>> Trump dan Pezeshkian Tandatangani Perjanjian Damai Bilingual
Di sisi lain, Yamaha FreeGo 125 sudah populer sebagai skutik praktis untuk mobilitas sehari-hari.
Harganya lebih terjangkau, yakni Rp22,865 juta untuk varian Standard dan Rp24,650 juta untuk versi Connected.
Perbandingan Mesin dan Performa
Kedua motor mengandalkan mesin 125 cc satu silinder SOHC berpendingin udara dengan sistem injeksi.
Kawasaki Brusky 125 menghasilkan tenaga 7 kW (9,3 Tk) pada 7.500 rpm dan torsi puncak 10 Nm di 6.000 rpm.
Yamaha FreeGo 125 menggunakan mesin Blue Core 125 cc dengan tenaga 7 kW pada 8.000 rpm dan torsi 9,5 Nm di 5.500 rpm.
FreeGo juga dilengkapi Smart Motor Generator dan Stop & Start System untuk efisiensi bahan bakar.
>>> Saham SpaceX Melemah 4,95 Persen Setelah Reli Tiga Hari
Secara performa, Brusky unggul tipis di sektor torsi, sedangkan FreeGo menawarkan teknologi pendukung harian yang lebih lengkap.
Fitur dan Fungsionalitas
Yamaha FreeGo 125 memiliki fitur Smart Front Refuel yang memudahkan pengisian bahan bakar dari depan tanpa membuka jok.
Bagasinya berkapasitas 25 liter, cukup untuk helm full-face.
Pada tipe Connected, FreeGo dilengkapi Y-Connect yang menampilkan data konsumsi BBM, lokasi parkir, kondisi aki, dan pengingat servis.
Sementara itu, Kawasaki Brusky 125 mengandalkan tangki bahan bakar lebih lega, 5,1 liter, dibanding FreeGo yang hanya 4,2 liter.
Brusky juga masih mempertahankan starter elektrik dan kick starter, fitur yang mulai ditinggalkan skutik modern. Bagasi bawah jok Brusky berkapasitas 14 liter, lebih kecil dari FreeGo.
>>> Kemenag Siapkan Beasiswa INSIGHT untuk 100 Ribu Mahasiswa Internasional
Kawasaki Brusky 125 menonjolkan desain bodi agresif dan tajam untuk pengendara yang ingin tampil beda. Pilihan akhirnya kembali pada kebutuhan konsumen di pasar roda dua.
