Harga minyak dunia turun, apakah harga Pertamax juga akan turun? Pertanyaan ini sering muncul ketika harga minyak dunia melemah.
Secara prinsip, pemerintah memastikan harga BBM nonsubsidi akan mengikuti pergerakan harga minyak dunia.
>>> Perbanas: 90 Persen UMKM Belum Butuh Kredit Perbankan
Namun, penyesuaian harga di SPBU tidak selalu terjadi secara langsung pada saat yang sama karena ada sejumlah komponen yang harus diperhitungkan dalam formula harga.
Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia mengatakan, ketika harga minyak dunia turun, harga BBM nonsubsidi pada akhirnya juga akan mengalami penyesuaian ke bawah.
"Nah apakah bisa turun? Pasti.
Ketika harga minyak dunia turun, sudah bisa dipastikan harga BBM non-subsidi juga akan turun.
Begitu juga sebaliknya, ketika harga minyak dunia mengalami kenaikan, mau tidak mau, tidak terhindarkan harga BBM non-subsidi harus menyesuaikan dengan harga keekonomiannya," ujar Dwi di Kantor Badan Komunikasi Kepresidenan (Bakom), Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Menurut Dwi, harga BBM nonsubsidi, baik yang dijual oleh Pertamina maupun SPBU swasta, mengikuti mekanisme pasar.
Dia menegaskan, berapa pun harga minyak mentah dunia, harga BBM nonsubsidi pada akhirnya harus menyesuaikan dengan harga keekonomian.
Meski demikian, penurunan harga minyak dunia tidak serta-merta membuat harga BBM nonsubsidi langsung turun pada saat yang sama.
Hal itu karena harga BBM nonsubsidi tidak menggunakan harga minyak harian atau real time.
Formula yang dipakai mengacu pada rata-rata harga produk BBM di pasar internasional, terutama MOPS, yang dihitung dalam periode tertentu.
Selain itu, terdapat komponen lain yang ikut diperhitungkan, yakni nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, biaya distribusi dan logistik, margin usaha, serta pajak.
Karena itu, ada jeda waktu antara perubahan harga minyak dunia dengan penyesuaian harga BBM di dalam negeri.