⌂ Beranda News Media AS Kecam Trump soal Kesepakatan dengan Iran
News

Media AS Kecam Trump soal Kesepakatan dengan Iran

Presiden AS Donald Trump dikritik media atas kesepakatan dengan Iran
Arena UFC di halaman Gedung Putih
A A Ukuran Teks16px

Presiden AS Donald Trump menuai kritik tajam dari berbagai media Amerika Serikat setelah menandatangani nota kesepahaman dengan Iran pada Rabu (17/6/2026).

Kesepakatan yang bertujuan meredakan guncangan ekonomi global itu dinilai para kritikus mengabaikan tujuan pra-perang, memperkuat posisi Iran, dan menghabiskan dana ratusan miliar dolar.

Amerika Serikat dijadwalkan memfasilitasi pelepasan dana rekonstruksi sebesar US$300 miliar yang didukung negara-negara regional kepada Teheran.

Kritik dari Berbagai Media

Kecaman keras datang dari jaringan TV MS NOW yang menilai pemerintah saat ini berupaya membantah dampak dari nota kesepahaman tersebut.

"Gedung Putih menyetujui perpanjangan gencatan senjata ini yang tidak memenuhi satupun tujuan pra-perangnya, sementara memberikan konsesi keuangan yang sangat besar kepada Teheran," kata MS NOW.

Stasiun televisi itu menambahkan bahwa kebijakan ini menunjukkan posisi diplomasi AS yang lemah di hadapan pemerintah Iran.

"Sederhananya, Trump dipermainkan oleh Iran, dan tidak ada yang percaya pada upaya pembelaannya," tulis media tersebut.

Wall Street Journal menyoroti potensi resistensi politik dalam negeri yang akan dihadapi presiden. Langkah ini disebut sebagai "taruhan kebijakan luar negeri terbesar presiden tersebut pada masa jabatan keduanya."

Media itu melaporkan bahwa Trump akan menghadapi perlawanan dari para pendukung kebijakan Iran yang mengatakan presiden memberikan jauh lebih banyak daripada yang didapatkan.

Fox News, yang biasanya ramah terhadap kebijakan Trump, turut menyuarakan kritik. Para penentang perjanjian menyoroti ketiadaan syarat penghentian program nuklir Teheran.

"Usulan perjanjian Iran oleh Presiden Donald Trump menuai kritik tajam dari beberapa pendukung terkuatnya, yang berpendapat bahwa kesepakatan itu memberi penghargaan kepada Teheran sebelum mereka setuju untuk sepenuhnya menghapuskan program nuklirnya," tulis Fox News.

📰 Update Terbaru