Prioritas saya jelas: kebijakan pemulangan yang efektif dan realistis," kata Malik Azmani.
Tantangan besar selama ini diakui oleh negara-negara anggota Uni Eropa, khususnya dalam memastikan pencari suaka yang ditolak dan warga yang melewati batas izin tinggal untuk benar-benar keluar wilayah.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyebut aturan baru ini akan menyediakan "alat" yang dibutuhkan untuk membuat proses pemulangan lebih efisien.
Kritik Terhadap Kebijakan Imigrasi Baru
Di sisi lain, gelombang kritik datang dari pihak yang menilai aturan ini tidak menyelesaikan akar masalah kedatangan para migran.
Para pengkritik menilai kebijakan migrasi Uni Eropa belum menyentuh persoalan mendasar seperti konflik, krisis pangan, dan terbatasnya kebebasan politik.
"Dehumanisasi terhadap migran dan pengungsi, termasuk di Inggris, AS, dan banyak negara Uni Eropa, sangat memprihatinkan dan kerap berujung pada pengabaian hak-hak mereka," kata Volker Trk.
>>> Kredit UMKM Masih Terkontraksi, Perbanas Ungkap Penyebabnya
Pemberlakuan regulasi ketat ini belum berjalan sepenuhnya secara instan. Aturan tersebut kini membutuhkan persetujuan formal terakhir dari 27 negara anggota Uni Eropa sebelum resmi diterapkan.
