Tim nasional sepak bola Skotlandia membidik tiket kelolosan pertama mereka ke babak gugur turnamen mayor saat bersiap menghadapi tantangan berat dari Maroko pada laga lanjutan fase grup.
Hasil imbang dalam pertandingan tersebut sudah cukup bagi anak asuh Steve Clarke untuk mengamankan posisi sejarah baru, setelah sebelumnya mereka berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas Haiti pada hari Sabtu.
>>> Tiket Konser Hari Ketiga BTS di Jakarta Ludes dalam 40 Menit
Pelatih timnas Skotlandia, Steve Clarke, menyadari sepenuhnya kekuatan sang lawan yang berstatus sebagai semifinalis Piala Dunia edisi sebelumnya.
"They reached the last four of the last World Cup, and I've got a feeling this Moroccan team is probably slightly better than that," kata Steve Clarke kepada jurnalis pada hari Kamis.
Meski demikian, Clarke menilai anak asuhnya justru kerap menunjukkan performa terbaik ketika tidak diunggulkan oleh publik.
"Sometimes the Scottish psyche, the Scottish mentality is that we're a little bit more comfortable when we're the underdogs," ujar Clarke.
Status unggulan saat melawan Haiti disebutnya menjadi beban yang membuat permainan tim tidak berkembang, sehingga situasi kali ini dianggap menguntungkan bagi mentalitas pemain.
"This time we're the underdogs, and sometimes Scotland prefer it that way," kata Clarke.
Dirinya juga menegaskan bahwa fokus utama tim saat ini adalah mengamankan poin dasar tanpa perlu terdistraksi oleh berbagai kalkulasi rumit di atas kertas.
>>> FIFA Resmi Gunakan Ref Cam di Seluruh Laga Piala Dunia 2026
"If you can't win the game, don't lose the game," tambah Clarke.
Mantan bek Chelsea itu juga menilai hal-hal mengenai peluang permutasi grup merupakan konsumsi bagi para pengamat dan suporter di luar lapangan.
