⌂ Beranda News Peugeot Lawas Tetap Diminati Berkat Mekanisme Sederhana

Peugeot Lawas Tetap Diminati Berkat Mekanisme Sederhana

Peugeot Lawas Tetap Diminati Berkat Mekanisme Sederhana
Mobil Peugeot 405 lawas di bengkel spesialis
A A Ukuran Teks16px

Mobil Peugeot yang diproduksi antara tahun 1990-an hingga awal 2000-an masih memiliki daya tarik kuat bagi para pencinta otomotif di Indonesia.

Kendaraan asal Prancis ini menawarkan sensasi berkendara yang nyaman dan menyenangkan, serta kemudahan dalam hal pemeliharaan.

>>> MK Tolak Gugatan Nafkah Suami, Psikolog Ungkap Strategi Keuangan Keluarga

Keunggulan Mekanisme Sederhana

Hadi Taruna dari bengkel spesialis Peugeot EngineBlock Autoworks di Bintaro, Tangerang Selatan, menjelaskan bahwa daya pikat mobil lawas ini terletak pada teknologi yang belum terlalu rumit.

Menurutnya, mobil-mobil ini tetap menyenangkan untuk dikendarai dan sistemnya masih sederhana jika dibandingkan dengan merek lain seperti BMW dan Mercedes pada era yang sama.

Konstruksi mesin yang tidak kompleks memudahkan para mekanik untuk memahami dan merawatnya, mencakup model seperti Peugeot 405, 406, 206, dan 306.

Sektor kelistrikan yang tidak rumit juga menjadi alasan utama mengapa deretan model Peugeot lama ini masih eksis di jalanan.

Peugeot pada masa itu masih mengandalkan sistem mekanis yang efisien, belum banyak mengadopsi teknologi canggih seperti VTEC yang sudah digunakan Honda pada 1997.

>>> Transmart Full Day Sale Tawarkan Diskon Besar untuk Elektronik dan Sembako

Komputer mobilnya hanya mengandalkan sistem EFI (Electronic Fuel Injection) dengan basis MAP sensor dan ECU yang lebih sederhana.

Efisiensi Bahan Bakar

Meskipun unggul dalam perawatan, konsumsi bahan bakar mobil Peugeot lawas memerlukan perhatian khusus dalam kondisi lalu lintas padat.

Dalam kondisi jalan perkotaan dengan situasi stop and go, rata-rata konsumsi BBM berkisar antara 1:6 hingga 1:7 kilometer per liter.

Namun, efisiensi bahan bakar meningkat saat digunakan untuk perjalanan jarak jauh atau luar kota.

>>> Gubernur Jateng Atur Seleksi dan Daftar Ulang SPMB SMA/SMK 2026

Rasio campuran udara dan bahan bakar pada kecepatan tinggi cenderung lebih efisien, sehingga konsumsi BBM bisa mencapai 1:12 hingga 1:14 kilometer per liter.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru