Manajer baru AC Milan, Ruben Amorim, telah menentukan target utama untuk memperkuat lini tengah pada jendela transfer musim panas.
Gelandang asal Denmark, Morten Hjulmand, menjadi sosok yang diproyeksikan mengisi peran jangkar di skema taktik 3-4-2-1 yang diterapkan Amorim.
>>> Matheus Cunha Cetak Dua Gol, Brasil Taklukkan Haiti 3-0 di Piala Dunia 2026
Kehadiran Hjulmand dinilai krusial untuk mendukung gaya permainan AC Milan yang ingin dominan di Liga Italia.
Karakteristiknya sebagai regista transisional dianggap sangat sesuai dengan cetak biru sepak bola Amorim, terutama dalam mematahkan serangan lawan dan menyokong tekanan tinggi.
Faktor kedekatan personal dan kesepahaman taktik antara Amorim dan Hjulmand menjadi pendorong utama.
Hjulmand berkembang pesat di Sporting CP sejak didatangkan dari Lecce pada 2023 dengan biaya 20 juta euro (sekitar Rp 409 miliar).
>>> Peugeot Lawas Tetap Diminati Berkat Mekanisme Sederhana
Ia kini menjadi kapten tim dan nilai pasarnya diperkirakan meningkat tiga kali lipat.
Klausul Khusus dan Opsi Alternatif
Ada komitmen tertulis antara Hjulmand dan Sporting CP yang memungkinkan klub melepasnya pada 2026 dengan harga khusus 45 juta euro (sekitar Rp 920,3 miliar).
Angka ini jauh di bawah klausul rilis penuh yang mencapai 80 juta euro.
Meski mendapat potongan harga, nominal tersebut tetap menjadi beban bagi AC Milan yang keuangannya terbatas akibat absen dari Liga Champions.
>>> MK Tolak Gugatan Nafkah Suami, Psikolog Ungkap Strategi Keuangan Keluarga
Manajemen mulai melirik opsi lain dari kompetisi domestik, seperti gelandang Torino Samuele Ricci yang sudah memahami Serie A.