⌂ Beranda News El Nino Diprediksi Dongkrak Inflasi Nasional Hingga 4,5% Akhir 2026

El Nino Diprediksi Dongkrak Inflasi Nasional Hingga 4,5% Akhir 2026

El Nino Diprediksi Dongkrak Inflasi Nasional Hingga 4,5% Akhir 2026
Ilustrasi: El Nino Diprediksi Dongkrak Inflasi Nasional Hingga 4,5% Akhir 2026
A A Ukuran Teks16px

Fenomena cuaca El Nino diproyeksikan akan memicu lonjakan inflasi nasional hingga mencapai 4 persen hingga 4,5 persen pada akhir tahun 2026.

Hal ini disebabkan oleh penurunan produksi komoditas pangan domestik.

>>> Warga dan Pejabat Banjiri Rumah Jokowi di Solo untuk Ucapkan Ultah ke-65

Kondisi ini dipicu oleh pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang mengurangi curah hujan dan memperpanjang periode kemarau di wilayah sentra pertanian.

Lembaga meteorologi internasional memprediksi fenomena El Nino mulai berkembang pada akhir Juni hingga Juli 2026 dan diperkirakan berlangsung hingga November.

Risiko Gagal Panen dan Kenaikan Harga Pangan

Analis ekonomi David menjelaskan bahwa penyusutan pasokan air meningkatkan risiko gagal panen pada paruh kedua tahun ini.

Gangguan ini diprediksi akan menaikkan harga berbagai barang kebutuhan pokok masyarakat secara signifikan di pasar.

"Inflasi diperkirakan akan mengarah ke 4%-4,5% di akhir tahun 2026," ujar David.

Kenaikan harga diperkirakan akan melanda komoditas strategis seperti beras, gula, ayam, dan telur. Produk hortikultura seperti cabai, bawang merah, dan jagung juga diperkirakan terdampak.

Pemerintah diimbau untuk segera mengantisipasi dampak buruk dari kelangkaan pasokan ini demi melindungi daya beli masyarakat.

Untuk meredam gejolak harga, kelancaran rantai distribusi dan kecukupan stok barang di pasar perlu dipastikan secara matang.

>>> DPR Minta Kejaksaan Agung Dalami 41 Nama Terkait Korupsi Makan Bergizi Gratis

Langkah intervensi pasar, termasuk kebijakan impor bahan pokok, perlu dipersiapkan oleh otoritas terkait.

Proyeksi lonjakan harga akibat faktor cuaca ini sejalan dengan mitigasi risiko yang disiapkan oleh Bank Indonesia.

Bank sentral mencermati bahwa selain El Nino, ancaman rambatan kenaikan harga energi dan komoditas global atau inflasi impor juga mengintai pada semester II-2026.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S.

Budiman menyatakan, "Faktor risiko inflasi yang menjadi perhatian adalah rambatan global, yaitu harga minyak dan komoditas ke dalam negeri atau imported inflation.

Yang kedua, ini belum terjadi tetapi kita sudah alert untuk menghadapinya, yaitu gangguan cuaca."

Tekanan dari sisi hulu pangan ini dipastikan akan menggeser angka inflasi tahunan dari posisi per Mei yang berada di level 3,08 persen year-on-year.

>>> I.League Ubah Regulasi U23 Jadi Insentif Finansial, Siapkan League Cup

Sinergi ketat antara pemerintah pusat, Bank Indonesia, dan pemerintah daerah menjadi kunci utama untuk menjaga stabilitas harga sebelum puncak kemarau terjadi.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru