Tren penurunan harga minyak dunia yang terjadi belakangan ini berpotensi memengaruhi kelangsungan usaha emiten jasa minyak dan gas (migas).
Namun, hal tersebut tidak serta-merta berarti kinerja emiten di sektor tersebut akan melemah.
>>> Menaker Janjikan Revisi Aturan Pekerja Alih Daya Awal Juli
Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi 21,30% dalam sebulan terakhir ke level US$ 77,33 per barel.
Sementara itu, harga minyak Brent menyusut 23,26% ke level US$ 80,59 per barel.
Penurunan harga minyak mentah ini merupakan indikasi meredanya konflik geopolitik di Timur Tengah. Kendati demikian, dampak penurunan komoditas ini tidak akan langsung terasa bagi emiten jasa migas.
Hal ini disebabkan kontrak pengeboran atau aktivitas untuk memperoleh minyak bumi umumnya memiliki durasi 1 hingga 3 tahun.
Tekanan pada margin baru akan terasa saat pembaruan kontrak.
Aktivitas produksi migas masih tergolong ekonomis ketika harga minyak mentah berada di kisaran US$ 77–US$ 80 per barel.
Risiko bagi kinerja emiten jasa migas baru muncul jika harga minyak berada di bawah US$ 70 per barel.
Pada kondisi tersebut, belanja modal Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) berpotensi dipotong dan aktivitas pengeboran mengalami perlambatan.
Penurunan harga minyak yang terjadi saat ini belum menjadi sinyal berakhirnya siklus positif bagi sektor migas.
Aktivitas hulu migas umumnya ditentukan oleh Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) jangka menengah dan panjang masing-masing emiten.
>>> Hakim Danish Juara Moto3 Ceko 2026, Veda Ega Pratama Finis Kelima
Selama harga minyak dunia masih berada di atas level aman bagi produsen dan pemerintah terus mendorong peningkatan produksi, maka permintaan terhadap jasa pengeboran, workover, well services, dan offshore support masih berpotensi tumbuh.
Prospek kinerja emiten jasa migas seperti PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS), dan PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) relatif akan tetap positif, terutama jika mereka berhasil mengamankan kontrak jangka panjang dan memiliki order book yang kuat.
