Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah menyiapkan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam penyaluran bantuan sosial (bansos).
Langkah ini diambil untuk meningkatkan efektivitas program perlindungan sosial di Indonesia.
>>> AMD dan Intel Bersatu Lewat ACE untuk Tantang Dominasi Nvidia di AI
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkapkan bahwa uji coba telah dilakukan di Banyuwangi.
"Pak Presiden juga berencana dan ini sudah kita lakukan test case di Banyuwangi untuk melakukan intervensi digital termasuk AI dalam bansos kita," ujar Meutya saat membuka Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026 di Jakarta.
Jika berhasil diterapkan secara nasional, program ini berpotensi menjadi salah satu inisiatif inklusi keuangan digital terbesar di dunia.
Skala program ini sangat besar karena menyasar sekitar 18 juta keluarga penerima manfaat atau setara dengan 50 juta penduduk Indonesia.
>>> Hitung-hitungan Messi Lawan Ronaldo di Piala Dunia 2026
Meutya menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital dan AI harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar menghasilkan angka statistik ekonomi digital.
Tujuan utama transformasi digital adalah meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat, termasuk petani, nelayan, pelaku UMKM, hingga generasi muda.
Pemerintah mendorong agar teknologi baru seperti AI, Internet of Things (IoT), dan platform digital tidak hanya berkembang di industri teknologi, tetapi juga menjangkau sektor produktif yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
Dalam forum DEAL 2026, pemerataan manfaat teknologi baru menjadi agenda prioritas yang disepakati bersama pemerintah dan pemangku kepentingan ekosistem digital.
>>> Joe Hart Khawatir Bola Trionda Piala Dunia 2026 Sulitkan Kiper
Pemerintah berharap pemanfaatan AI dalam bansos dapat menjadi contoh konkret bagaimana teknologi digital digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan publik dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan serta bantuan sosial secara lebih tepat sasaran.
