Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkapkan perkembangan terbaru terkait lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz.
Proses seleksi saat ini sudah memasuki fase evaluasi administrasi terhadap dokumen yang diajukan peserta lelang.
>>> Garmin Run 2026 Kembali Digelar September, Ini Jersey dan Harganya
Tiga operator seluler eksisting mengikuti lelang ini, yaitu Indosat Ooredoo Hutchison, Telkomsel, dan XLSmart.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan, Tim Seleksi telah melakukan klarifikasi dan pemeriksaan terhadap dokumen permohonan keikutsertaan yang diajukan oleh ketiga penyelenggara telekomunikasi.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, ditemukan sejumlah catatan pada dokumen administrasi yang disampaikan oleh ketiga peserta.
Hasil evaluasi administrasi ini akan diumumkan secara resmi dalam waktu dekat melalui laman resmi Kementerian Komdigi.
"Kami berkomitmen penuh untuk menjalankan seluruh tahapan seleksi ini dengan mengedepankan asas transparansi, kepastian hukum, dan akuntabilitas," ujar Meutya Hafid dikutip dari siaran pers, Kamis (25/6/2026).
Tahapan evaluasi administrasi dilakukan melalui dua mekanisme utama.
Pertama, pemeriksaan kelengkapan dokumen permohonan keikutsertaan guna memastikan seluruh persyaratan formal telah dipenuhi.
Kedua, verifikasi dokumen administrasi untuk mengecek keabsahan serta kesesuaian dokumen yang disampaikan peserta.
Peserta yang dinyatakan lolos pada tahap administrasi akan berhak melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya.
>>> Prediksi Jepang vs Swedia: Supercomputer Jagokan Samurai Biru Menang
Sebaliknya, peserta yang tidak memenuhi persyaratan akan dinyatakan gugur dari proses seleksi.
Proses seleksi frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz telah dimulai sejak 23 April 2026.
Lelang ini menjadi salah satu agenda strategis pemerintah dalam memperkuat infrastruktur digital nasional sekaligus memperluas akses internet berkualitas ke seluruh wilayah Indonesia.
Tambahan spektrum frekuensi tersebut diharapkan dapat membantu operator seluler mempercepat pembangunan jaringan, meningkatkan kapasitas dan kecepatan layanan mobile broadband, serta memperluas cakupan sinyal hingga ke daerah yang selama ini masih mengalami keterbatasan akses internet.
