⌂ Beranda News Dua Spesies Burung Beracun Baru Ditemukan di Papua, Dagingnya 'Membakar'

Dua Spesies Burung Beracun Baru Ditemukan di Papua, Dagingnya 'Membakar'

Dua Spesies Burung Beracun Baru Ditemukan di Papua, Dagingnya 'Membakar'
Ilustrasi: Dua Spesies Burung Beracun Baru Ditemukan di Papua, Dagingnya 'Membakar'
A A Ukuran Teks16px

Pada tahun 2023, dua spesies burung beracun baru ditemukan dalam ekspedisi ke hutan hujan Papua.

Ilmuwan menemukan spesies regent whistler (Pachycephala schlegelii) dan rufous-naped bellbird (Aleadryas rufinucha) yang memiliki neurotoksin pada bulunya.

>>> Hat-trick Kilat Ousmane Dembele di Piala Dunia 2026

Penemuan ini cukup menghebohkan karena spesies burung beracun terakhir kali ditemukan lebih dari dua dekade lalu.

Burung-burung ini mengandung Batrachotoxin, salah satu neurotoksin terkuat yang diketahui sains.

Racun ini pertama kali ditemukan pada katak panah beracun, namun kini terbukti juga terdapat pada spesies non amfibi.

>>> Moloku Night Fun Run 5K Ternate Semarakkan Semangat Piala Dunia 2026

Diduga kuat, burung-burung tersebut memperoleh toksin dari pola makan mereka yang mengonsumsi makanan beracun. Racun ini kemudian diubah dan menyatu ke dalam jaringan tubuh.

Konsentrasi tinggi Batrachotoxin dapat berakibat fatal bagi manusia, memicu kejang hebat hingga kematian. Pada bulu burung-burung ini, dosis racunnya lebih rendah namun berfungsi sebagai mekanisme pertahanan diri.

Penduduk setempat melaporkan daging burung ini terasa membakar seperti cabai. Memegang burung ini pun bukan pengalaman yang menyenangkan, mengindikasikan adaptasi untuk menghindari pemangsa.

>>> CEO Nvidia Jensen Huang Tak Pakai Jam Tangan, Fokus pada Momen Saat Ini

Proses penelitian untuk mengambil sampel bulu burung beracun ini dilaporkan menyakitkan. Peneliti merasakan sensasi seperti mengiris bawang di mata dan hidung saat bekerja di lingkungan tertutup.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru